Daftar Berita/Artikel Diterbitkan
Friday, February 21, 2014
Sunday, December 29, 2013
Jalan Industri Vs Jalan Kampung
Jalan
ini hampir saban hari penulis lewati terutama sejak tahun 2010 yang lalu.
Setiap hari pula penulis berpapasan dengan mobil-mobil perusahaan tambang, dari
perusahaan tambang semen, marmer dan juga sirtu.
Jalan
ini memotong jalan poros yang menghubungkan kota Makassar dengan daerah-daerah lain
di pulau Sulawesi. Tepatnya di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Menurut
warga setempat, sekitar 30 tahun yang lalu jalan ini tidak jauh berbeda dengan
jalan kampung-kampung lainnya, tidak beraspal dan tidak berbeton, bahkan
lebarnyapun tidak seperti sekarang yang mencapai 6 sampai 7 meter. Namun sejak
Tonasa melebarkan sayapnya dari Tonasa I ke Tonasa II kampung ini pun mendadak
jadi “kota baru” di Pangkep. Kendaraan roda dua, empat, hingga 18 hampir saban
hari melewati jalan ini dengan jumlah yang tidak sedikit.
“Dulu
ini jalan kecil hanya ada tanah dan batu-batu kecil di atasnya. Sejak tonasa
masuk dan menambang disini jalan ini selalu bagus dan semakin lebar.” Ungkap Aty
/ 50 tahun, warga kampung sapanang.
Setiap hari pekerja dari puluhan perusahaan tambang lalu lalang melewati jalan ini. demikian halnya dengan mobil-mobil pengangkut material dan hasil tambang, sangat akrab dijumpai bila kita berada di sekitar jalan ini. Selain mobil dan pekerja tambang, jalan ini juga merupakan akses utama masyarakat sekitar tonasa II, masyarakat dari beberapa kampung di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, Kecamatan Labakkang, Kecamatan Tondong Tallasa, hingga masyarakat Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.
Setiap hari pekerja dari puluhan perusahaan tambang lalu lalang melewati jalan ini. demikian halnya dengan mobil-mobil pengangkut material dan hasil tambang, sangat akrab dijumpai bila kita berada di sekitar jalan ini. Selain mobil dan pekerja tambang, jalan ini juga merupakan akses utama masyarakat sekitar tonasa II, masyarakat dari beberapa kampung di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, Kecamatan Labakkang, Kecamatan Tondong Tallasa, hingga masyarakat Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.
Jalan yang menghubungkan tonasa II
dengan kota Bungoro ini memiliki kualitas yang tinggi, setiap kali ada
kerusakan akan langsung diperbaiki. Karena jalan ini juga menghubungkan Tonasa
II dengan dermaga Biringkassi, dermaga utama yang digunakan oleh Tonasa untuk
mengirim hasil produksi atau mendatangkan material-material perusahaan.
Thursday, November 7, 2013
Politik Uang dan Rancunya Aturan Pilkades
Tulisan ini juga dimuat di Harian Pagi Fajar, 7/11/2013
Bisa
dikatakan, dinamika demokrasi masih terjebak lubang hitam, perilaku yang
mencederai nilai-nilai demokrasi seperti money politik dan korupsi masih terus
menggerus keindonesiaan kita. Seolah bangsa ini bangsa “lalim”; seorang teman tega
memakan temannya sendiri, seorang sahabat tega memakan sahabatnya sendiri. Sesuatu
yang seharusnya menjadi hak orang lain pun di “embat” atas nama demokrasi.
Demokrasi
masih ideal ditataran ide, namun dalam prakteknya banyak orang yang memilih
mengingkari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku demi meraih jabatan atau
keuntungan ekonomi. Kesejahteraan yang diidamkan-idamkan rakyat secara umum
terasa masih jauh panggang dari api. Perjalanan untuk sampai tujuan tersebut bisa
dikatakan masih sangatlah terjal.
Fakta
hari ini seolah mengabarkan pada kita, bahwa semakin cerdas dan faham seseorang
terhadap sistem yang berlaku maka semakin canggih pula model pengingkaran
terhadap norma dan nilai-nilai tersebut.
Tuesday, August 27, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)


