Daftar Berita/Artikel Diterbitkan

Saturday, February 26, 2011

Berharap Ada Transparansi

Menarik kiranya melihat fakta yang terjadi di Pangkep hari ini. Kab. Pangkep yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari kawasan pulau yang jumlahnya tidak sedikit dan kawasan karts dari mulai kelas yang paling sederhana (kelas III) sampai yang sangat di lindungi (kelas I) ada disini. Namun hal tersebut ternyata tidak membawa dampak positif bagi masyarakat Pangkep secara umum.
Kekayaan alam Pangkep dan pengelolaannya hanya dinikmati oleh sekelompok orang saja. Itupun mereka yang punya posisi strategis di Pangkep, atau paling tidak mereka yang mampu membeli kesejahteraan.
Sebagai salah satu asset Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, bahkan tiga unsur sekaligus, Daratan, Laut dan Pegunungan. Bahkan jumlah pulau dan gunungnya terbanyak di kawasan celebes. Seharusnya Pangkep mampu menjadi kabupaten yang memberikan kesejahteraan seluas-luasnya bagi masyarakatnya.

Monday, January 24, 2011

Banjir dan Solusinya???

Seyogianya banjir menjadi satu bencana yang menakutkan bagi keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi. Karena tidak jarang banjir menelan banyak korban jiwa. Namun sebagian banjir juga sangat menggelikan, karena banjir tersebut selalu terjadi berulang-ulang. Tanpa mengkaji lebih jauh apa penyebabnya, agama menegaskan, bencana yang terjadi disekitar kita terjadi tak lain karena ulah tangan manusia itu sendiri.
Sumber daya alam yang kaya kadang oleh sebagian orang dijadikan sebagai satu komoditi yang harus dieksploitasi tanpa pemahaman tentang pentingnya menjaga alam demi keberlansungan hidup umat manusia. Tanpa perduli apa yang akan terjadi dengan aksi yang dilakukan, sebagian dari kita justru melakukan perusakan alam, pembalakan, penebangan hutan tanpa mendaur ulang atau melakukan kajian strategis dari akibat yang ditimbulkan.

Wednesday, January 5, 2011

Pengamen Jalanan yang Memuliakan Malam *

Siang telah beranjak dari permukaan, malam pun menyapa dengan senyuman rembulan. Tiba-tiba datang seorang lelaki memberi salam, namun, salam yang diucapkan agak terdengar tidak biasa. Permisi, ucapnya pada orang yang ada di depannya.
Ada dua kemungkinan yang dilakukan setelah pria itu mengucapkan salam. Pergi ke tempat lain atau melanjutkan misinya. Saat pengunjung tersebut tidak memberikan reaksi, lelaki itu akan melanjutkan misinya melantunkan sebuah lagu yang memang telah menjadi keahliannya. Namun apabila sang pengunjung memberikan reaksi dengan mengangkat tangan, sambil digerakkan ke kenan dan ke kiri, berarti orang tersebut tidak ingin di hibur, dan lelaki ini akan beralih ke pengunjug lain.

Tuesday, December 14, 2010

Bissu; To Panrita yang di-“abaikan”

Acapkali budaya diabaikan dalam pengambilan kebijakan ditingkat pengambil kebijakan kita, baik di pusat maupun daerah. Budaya hanya menjadi hiasan bibir di masyarakat, bahkan hanya menjadi buah bibir para politikus yang hendak maju dalam pilkada untuk mendapatkan suara, atau menjadi senjata pemerintah untuk memperbaiki citranya di depan rakyatnya.
Ada yang menarik dari kunjungan peserta Sekolah Demokrasi Pangkep Angkatan Pertama di komunitas adat Bissu beberapa waktu yang lalu. Selain diberikan pesan-pesan tentang kondisi Pangkep oleh Puang Toa Bissu Saidi, peserta juga di minta untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi khususnya ditingkat lokal Pangkep.