Daftar Berita/Artikel Diterbitkan
Tuesday, May 7, 2013
Thursday, April 25, 2013
Thursday, March 28, 2013
LIBIDO DESENTRALISASI
Fakta bahwa desentralisasi memberikan perubahan
bagi praktek demokrasi, khususnya di tingkat lokal nampaknya tak perlu
diragukan. Desentralisasi memberikan keleluasaan bagi rakyat di daerah untuk
memilih pemimpinnya sendiri. Desentralisasi juga memberikan keleluasaann bagi
pemerintah daerah untuk membuat kebijakan demi mengembangkan daerahnya sendiri.
Namun, bahwa desentralisasi membawa efek kejenuhan bagi rakyat di daerah juga
menjadi kenyataan yang tak dapat dipungkiri.
Kejenuhan itu bukan lantaran tidak dapat
memilih pemimpin secara langsung di daerah. Atau karena porsi partisipasi
politik yang dimiliki rakyat di daerah. Namun lebih pada aspek perubahan dari
janji-janji politik, dari sekian banyak pemimpin yang telah mereka pilih secara
langsung, yang tak kunjung jadi kenyataan.
Idealnya, praktek desentralisasi memberikan
banyak pendidikan politik bagi rakyat ditingkat lokal, karena porsi
pemerintahan yang cukup besar dimiliki oleh pemerintah daerah otonom.
Kesempatan yang tidak didapatkan di era orde baru. Dimana partisipasi politik
rakyat bisa dikatakan sangat memprihatinkan (semua aspek kembali ke pusat,
termasuk diantaranya pendapatan asli daerah (PAD), pendistribusiannya
ditentukan oleh pemerintah pusat, yang terkadang tidak kembali ke daerah.
Itulah kenapa kebijakan yang ditentukan pusat terkadang jauh dari apa yang
diharapkan rakyat di daerah. Karena kebijakan diambil secara sepihak dan satu
arah). Sehingga dapat dikataan, era reformasi adalah euforia karena terbebas
dari kungkungan demokrasi satu arah tersebut.
Setelah 32 tahun demokrasi berlangsung dengan
tanpa kontrol. Keadilan dan kesejahteraan hanya berputar pada sekelompok orang
yang dari awal telah memiliki bergening position massif secara politik. Maka di era reformasi perubahan ke arah perbaikan mulai menampakan diri,
ditandai dengan perkembangan praktek berdemokrasi. Otonomi daerah (otoda)
adalah salah satu dari buah reformasi tersebut. Pusat membagi kewenangannya
dengan daerah. Bahkan setiap daerah otonom diberikan keleluasaan untuk
mengelola anggarannya sendiri, tanpa campur tangan pusat.
Disatu sisi desentralisasi
memberikan pendidikan politik di masyarakat, karena partisipasi politik yang
rakyat miliki semakin meningkat di era ini. bahkan sangat memungkinkan rakyat
turut serta dalam menentukan baik buruknya daerah secara langsung.
Friday, January 4, 2013
MENGAWAL DEMOKRASI SUBTANSIAL; Refleksi Tiga Tahun Sekolah Demokrasi Pangkep
Secara
umum demokrasi dikenal sebagai sistem pemerintahan yang kini dianut di
Indonesia. Dalam perjalanannya demokrasi mengalami dialektika pemaknaan yang
semakin menunjukkan sisi positif. Itu tak lepas dari peran empat pilar
demokrasi yang langsung maupun tidak langsung menentukan arah dan perkembangan
demokrasi. Ketika salah satu dari mereka tidak konsisten dengan arah dan tujuan
demokrasi, maka demokrasi hanya akan jalan di tempat dan mengalami kemunduran.
Empat
pilar demokrasi tersebut yang pertama adalah Cipil Society atau masyarakat
sipil. Cipil society sendiri terbagi-bagi atas berbagai kalangan, kalangan
media dan lembaga-lembaga baik keagamaan, kemahasiswaan, ekonomi, sosial,
budaya, atau lembaga apa saja yang tidak menerima gaji dari negara termasuk
dalam pilar Cipil society.
Kedua
Pemerintah atau aparatus negara. Mereka menerima gaji dan mendapat fasilitas
negara dalam setiap melakukan aktifitasnya. Boleh dikata merekalah yang lebih
berperan dalam proses demokrasi karena merekalah pelaksana pemerintahan. Ketiga
partai politik. Partai politik memiliki tugas memberikan pendidikan politik di
masyarakat dan melakukan kaderisasi yang siap menjadi aktor-aktor politik. Namun
tak sedikit wacana yang berkembang bahwa pendidikan politik yang dilakukan
partai politik, jalan di tempat. Justru yang ada adalah kerja musiman atau
bergerilya mencari calon-calon yang mapan secara politik. Pilar
keempat adalah pengusaha. Selama ini pengusaha sangat erat kaitannya dengan
pengambilan kebijakan baik di pusat maupun daerah. Maka sangat tidak mungkin
memisahkan kekuasaan dengan perkembangan usaha di tanah air. Karena seringkali,
mereka yang berada dibalik kesuksesan politik adalah juga pengusaha.
Idealnya
empat pilar tersebut harus berjalan sebagaimana mestinya untuk menciptakan
tatanan demokrasi yang diharapkan. Demokrasi yang memberikan pemenuhan,
keadilan dan tentunya kesejahteraan bagi rakyat secara keseluruhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


