Daftar Berita/Artikel Diterbitkan

Monday, July 18, 2016

NU Berkepentingan Menjaga Kondisi Turki Tetap Aman



Nahdlatul Ulama sangat berkepentingan terhadap kondisi keamanan Turki mengingat di negeri yang berada di dua benua ini, Asia dan Eropa, banyak tersimpan artefak-artefak penting sejarah perkembangan Islam seperti stempel yang digunakan Rasulullah, rambut Rasulullah, dan benda-benda bersejarah yang tak ternilai harganya yang tersimpan di berbagai museum. Pergantian kekuasaan, bisa saja menyebabkan benda-benda tersebut dihancurkan sebagaimana yang terjadi di Saudi Arabia yang memusnahkan banyak sekali benda-benda bersejarah. 

Hal tersebut disampaikan Sekjen PBNU, H. Helmy Faishal Zaini disela-sela diskusi Taswirul Afkar, dengan tema Kudeta Turki, Transisi atau Konspirasi, yang berlangsung di perpustakaan Gedung PBNU, Senin (18/7).


“Kami prihatin dan sedih dengan adanya ketidakpastian tersebut tanpa berpretensi siapa yang berkuasa. Jangan sampai Turki mengalami nasib seperti Mesir,“ terang Helmy Faishal sebagaimana dilansir nu.or.id.

Melihat yang terjadi di Turki hari ini bisa dilihat dari tiga hal, Pertama, adanya invisible hand, yaitu tangan-tangan global yang bermain, baik dari eksternal seperti Israel atau dari faktor internal, yaitu kudeta yang memang sengaja dibuat. 

Kedua, mungkin saja ada keniscayaan dari para pengikut Gulen yang sudah jengah dengan perilaku rezim saat ini yang sudah semakin jauh dari cita-cita yang diinginkan bersama dahulu. Sebelumnya, Erdogan dan Fathullah Gulen merupakan partner, tetapi kemudian pecah kongsi. 

Ketiga, rezim Erdogan yang belakangan bersikap semakin otoriter melahirkan perlawanan-perlawanan yang akhirnya pecah dalam kudeta tersebut. 

“NU sangat berkepentingan agar kondisi Turki terjaga,” katanya mengakhiri diskusi.

No comments:

Post a Comment